Skip to main content

Posts

Showing posts from November, 2008

Khadijah - Page 2

1 2 3 4 5 Pada masa Jahiliah, Khadijah diberi gelar "wanita yang suci" thahirah . Setelah dua kali menikah, banyak lelaki yang mencoba meminangnya dengan menawarkan sejumlah besar harta sebagai maskawin. Tetapi Khadijah menolak semua pinangan itu. Perhatiannya difokuskan pada upaya mengasuh anak dan mengelola perdagangan. Dalam dunia perdagangan saat itu, Khadijah menjadi nama yang sangat diperhitungkan. Hampir setiap kafilah memuat barang dagangannya dalam jumlah besar. Khadijah juga mempekerjakan orang-orang Quraisy yang jujur dan terpercaya untuk mengawasi barang-barang dagangannya itu. -oO0Oo- Suatu hari, Khadijah hendak mengirim kafilah dagang ke negeri Syam. Ia mencari seseorang yang dapat diutusnya ke Syam dan mengawasi dan memimpin rombongan dagang tersebut. Saat itu, masyarakat Mekah sedang ramai membicarakan Muhammad ibnu Abdillah, seorang pemuda yang bisa menjaga kejujuran dan keluhuran budi di tengah rekan-rekan sebayanya yang ...

Khadijah - Page 3

1 2 3 4 5 Muhammad memiliki kening yang lebar, dagu yang lepas dan leher yang jenjang. Dadanya bidang. Matanya indah dan lebar dengan bola mata yang hitam pekat. Giginya putih cemerlang. Agak mengherankan bahwa Khadijah memperhatikan semua itu. Ketampanan dan kegagahan Muhammad memang mampu memikat banyak orang. Tetapi, bukankah Khadijah memanggilnya untuk urusan bisnis? Tampaknya, Khadijah tertarik kepada pribadi pemudia ini. Alangkah lembutnya keindahan yang terpancar dari wajah Muhammad. Alangkah indahnya senyum tipis yang menghias wajahnya. Khadijah merasa bahwa apa yang ramai dibicarakan penduduk Mekkah tentang Muhammad bukan merupakan isapan jempol belaka. Setelah menerima tugas dari Khadijah, Muhammad bergegas menuju pamannya, Abu Thalib, untuk menceritakan tawaran kerja yang baru saja diterimanya. Abu Thalib pun turut bergembira. Ia berkata, "Ini adalah rezeki yang Allah berikan kepadamu." Hari keberangkatan pun tiba. Penduduk Mek...

Khadijah - Page 4

2 3 4 5 6 "Ya," jawab Maysarah. Rahib itu kemudian berkata, "Pemuda yang duduk di bawah pohon itu adalah seorang nabi." Pernah pula ada seorang lelaki berselisih dengan Muhammad. Maysarah menduga lelaki itu memang sengaja mencari-cari persoalan. Lelaki itu berkata kepada Muhammad, "Bersumpahlah dengan nama Lata dan Uzza!" Muhammad menolak dan berkata, "Aku tidak pernah bersumpah dengan nama keduanya." "Engkau benar." Lelaki itu pergi begitu saja. Tetapi, di luar pengetahuan Muhammad lelaki tadi berkata kepada Maysarah, "Orang ini, demi Tuhan, adalah seorang nabi. Para pendeta kami telah menerangkan ciri-cirinya berdasarkan apa yang mereka baca dalam kitab suci." Maysarah juga bercerita kepada Khadijah tentang tingkah laku Muhammad di sepanjang perjalanan. Semua itu menunjukkan kejujuran, keluhuran budi, dan kelembutan hatinya. Khadijah mulai berpikir dan menimbang-nimbang semua cerita ...

Khadijah - Page 5

3 4 5 6 7 Waraqah kemudian terdiam. Ia berpikir serius, lalu berkata, "Wahai Khadijah, jika apa yang kupikirkan ini benar, maka Muhamad pastilah seorang nabi. Yang kutahu dengan pasti, seorang nabi akan muncul dari bangsa ini. Dan sekaranglah saat kemunculannya." Waraqah juga berharap dirinya dikaruniai umur panjang sehingga ia bisa beriman, mengikuti ajaran-ajaran nabi itu, dan membelanya menghadapi musuh-musuhnya. Di akhir pembicaraan, Waraqah melantunkan syair, Bertahan aku dengan ingatan tentang sedih yang melahirkan jeritan hingga engkau, Khadijah, datang kepadaku Betapa lama, Khadijah, aku menunggu Perbincangan dengan Waraqah menimbulkan kesan mendalam di hati Khadijah. Ia kembali memikirkan Muhammad, pemuda yang mengagumkan itu. Ia bertanya, apakah kekaguman masyarakat kepada Muhammad merupakan bagian dari skenario Tuhan untuk melapangkan jalan baginya menjadi nabi? Secara pribadi, Khadijah juga berpikir tentang apa yang seben...

Khadijah - Page 6

4 5 6 7 8 Akhirnya, meski sempat ragu, Khadijah kemudian memutuskan untuk menikah dengan Muhammad dan mengambil inisiatif untuk meminangnya. Tetapi masih ada satu pertanyaan yang harus ia jawab: siapa yang dapat menjamin bahwa Muhammad akan menerima pinangannya? Khadijah adalah wanita yang kaya, cantik, dan berstatus sosial tinggi. Ia masih memiliki pesona bagi banyak laki-laki. Di sisi lain Muhammad bukanlah lelaki yang rakus dan gampang tergoda oleh hal-hal yang bersifat lahiriah. Tetapi, Khadijah tahu bahwa walau bagaimanapun, Muhammad tetaplah seorang pemuda. Adalah haknya untuk mencintai seorang gadis yang sebaya. Dengan mempertimbangkan hal-hal tadi, Khadijah memilih untuk menggunakan sebuah siasat. Ia mengutus seorang wanita yang ia yakini kemampuan dan loyalitasnya untuk secara diam-diam melakukan pendekatan awal kepada Muhammad. Wanita yang dipercayainya untuk mengemban tugas itu adalah Nafisah binti Umayyah yang masih kerabat dekat Muhamma...

Khadijah - Page 7

5 6 7 8 9 Dengan meminang Muhammad, Khadijah sebenarnya sedang menciptakan sebuah tradisi yang memihak dan menghormati wanita. Jika wanita berhak untuk mengatur urusan-urusannya sendiri, mengapa ia tidak boleh memilih seorang lelaki untuk menjadi pendamping hidup dan ayah bagi anak-anaknya? Apalagi Khadijah tidak memilih calon suami yang kaya. Pilihannya atas Muhammad lebih didasarkan atas budi pekerti yang mulia dan perilaku yang luhur. Muhammad juga terbukti mampu menjaga dan mengembangkan aset-aset bisnisnya. Akan tetap, bukan hal itu saja yang bisa dipelajari dari kisah ini. Setelah Nafisah memberi tahu hasil pendekatannya, Khadijah lalu mengundang Muhammad ke kediamannya. Disana, dengan berani, Khadijah mengungkapkan secara langsung pinangannya. Hal itu menunjukkan rasa percaya diri yang tinggi sekaligus keberanian menuntut hak dan menyampaikan aspirasi tanpa perantara. Khadijah memperlihatkan bahwa wanita mampu menangani urusan-urusannya sendir...

Khadijah - Page 8

6 7 8 9 10 Rumah Tangga Muhammad dan Khadijah "Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir." (ar-Rum [30]:21) Pesta pernikahan pun tiba. Dua ekor unta besar disembelih untuk keperluan pesta. Dagingnya dibagi-bagikan kepada keluarga, kawan-kawan, dan para fakir miskin. Suasana semakin meriah dengan bunyi tetabuhan dan nyanyian. Semua orang bergembira. Hidup baru membentang di hadapan kedua pengantin. Kebahagiaan memenuhi perasaan Khadijah. Pernikahan ini lebih indah daripada apa yang ia bayangkan. Khadijah sadar bahwa apa yang ia dengar tentang kebaikan Muhammad ternyata tidak seberapa dibandingkan dengan apa yang ia saksikan sendiri. Muhammad selalu menampakkan ...

Khadijah - Page 9

7 8 9 10 11 Setelah dibebaskan, Barakah menikah dengan Ubaik ibnu Zaid, seorang lelaki dari bani Harits. Dari pernikahan ini, lahirlah Ayman ibnu Ubaid, seorang anak yang kemudian sangat disukai oleh Muhammad. Sejak kelahiran anak itu, Barakah terkenal dengan nama Ummu Ayman 'ibnu si Ayman'. Setelah beranjak dewasa, Ayman kemudian menjadi salah seorang sahabat terdekat Muhammad Rasulullah. Ia merupakan bagian dari orang-orang pertama yang masuk Islam. Kisah kepahlawanannya dalam Perang Hunain sangat termasyhur. Abbas menulis sebuah syair tentang peristiwa itu, Kita bertujuh telah menolong Rasulullah Ketika semua orang lari ketakunan Di sana, orang kedelapan menghadapi musuh sendirian Demi Islam, tak pernah takut ia terima serangan Lima dari tujuh orang yang tidak ikut melarikan diri pada Perang Hunain adalah keluarga Nabi, yaitu Abbas, Ali ibnu Abi Thalib, Fadhl ibnu Abbas, Abu Sufyan ibnu Harits ibnu Abdil Muththalib, dan Usama ibnu Zai...

Khadijah - Page 10

8 9 10 11 12 Barakah, wanita yang mengasuh Muhammad sejak kecil, juga memberi tahu Khadijah betapa paman-paman Muhammad selalu berusaha untuk memengaruhinya agar menyembah berhala dan mengikuti perayaan-perayaan penyembahan yang diselenggarakan setiap tahun. Tetapi Muhammad tidak pernah terpengaruh. Ada sebuah patung yang sangat diagungkan oleh kaum Quraisy. Patung itu mereka beri nama "Buwanah". Setiap tahun diadakan perayaan besar-besaran dan pemberian sesaji sebagai penghormatan kepadanya. Seluruh penduduk Mekah, termasuk anggota bani Hasyim, terlihat dalam perayaan itu. Tetapi tidak dengan Muhammad. Ia menolak setiap ajaran untuk merayakan hari raya bagi berhala. Suatu hari, Abu Thalib mengajak Muhammad sekali lagi untuk mengikuti perayaan tahunan. Seperti biasa, Muhammad menolak. Tetapi, sekali itu, semua paman dan bibinya menunjukkan kemarahan yang luar biasa atas penolakan itu. Mereka terus mendesak Muhammad agar ikut bersama mereka...

Khadijah - Page 11

TOC 8 9 10 11 12 Muhammad berangkat di Gua Hira. Sebulan lamanya ia meninggalkan Khadijah, tenggelam dalam perenungan dan ibadah. Ketika kembali ke Mekah, hal pertama yang dilakukannya adalah thawaf mengelilingi Ka'bah. Baru setelah itu, ia pulang ke rumah, disambut dengan penuh kegembiraan oleh Khadijah. Betapa panjang rasanya sebulan ditinggak suami tercinta.! Dan kini, tuntaslah semua kerinduan itu. Beberapa saat sebelum kedatangan Muhammad, Khadijah didatangi oleh Halimah binti Abi Dzuayb as-Sa'diyyah, seorang wanita yang pernah mengasuh Muhammad pada masa kecilnya. Khadijah menerima tamu terhormat itu dengan penuh penghargaan. Muhammad sendiri kaget beigut masuk rumah dan menemukan Halimah, ibu asuhnya, berada di sana. Begitu juga Halimah. Bertemu dengan anak yang pernah diasuhnya menjadikan ia terharu sekaligus gembira. Keduanya lalu terlibat pembicaraan panjang tentang kenangan masa lalu, ketika Muhammad kecil berada di dusun ban...

Khadijah - Page 12

TOC 10 11 12 13 14 Beberapa bulan dari tahun ketiga terlampaui sudah. Kesabaran Khadijah hampir habis. Di saat kritis itulah rahmat dari Tuhan turun. Khadijah merasakan apa yang biasa dirasakan para wanita di tahap-tahap awal kehamilan. Khadijah ragu. Tidakkah itu sekedar ilusi? Tampaknya tidak. Tanda-tanda kehamilan semakin terlihat jelas. Janin yang dikandungnya mulai bergerak-gerak. Betapa lega Khadijah. Ia segera mengabarkan berita itu kepada suaminya tercinta. Muhammad pun menerima kabar tersebut dengan rasa gembira yang tak terucapkan. Mereka berdua menghaturkan syukur ke hadirat Allah swt. Satu persoalan selesai. Persoalan lain datang. Khadijah, seperti halnya wanita-wanita Quraisy di masa itu, mengharapkan anak yang dikandungnya laki-laki. Kaum Quraisy tidak pernah bangga memiliki anak perempuan seperti halnya kebanggaan mereka memperoleh anak laki-laki. Khadijah bertanya-tanya akankah ia melahirkan anak laki-laki? Persiapan-persiapan m...