Pada masa Jahiliah, Khadijah diberi gelar "wanita yang suci" thahirah. Setelah dua kali menikah, banyak lelaki yang mencoba meminangnya dengan menawarkan sejumlah besar harta sebagai maskawin. Tetapi Khadijah menolak semua pinangan itu. Perhatiannya difokuskan pada upaya mengasuh anak dan mengelola perdagangan. Dalam dunia perdagangan saat itu, Khadijah menjadi nama yang sangat diperhitungkan. Hampir setiap kafilah memuat barang dagangannya dalam jumlah besar. Khadijah juga mempekerjakan orang-orang Quraisy yang jujur dan terpercaya untuk mengawasi barang-barang dagangannya itu.
-oO0Oo-
Suatu hari, Khadijah hendak mengirim kafilah dagang ke negeri Syam. Ia mencari seseorang yang dapat diutusnya ke Syam dan mengawasi dan memimpin rombongan dagang tersebut. Saat itu, masyarakat Mekah sedang ramai membicarakan Muhammad ibnu Abdillah, seorang pemuda yang bisa menjaga kejujuran dan keluhuran budi di tengah rekan-rekan sebayanya yang sibuk berfoya-foya. Khadijah berpikir, mengapa tidak Muhammad saja yang ia utus untuk menangani urusan-urusan perdagangan di Syam?
Muhammad adalah sosok yang jjur, dan kejujuran sangat penting dalam perdagangan. Tetapi, Khadijah tidak pernah mendngar Muhammad memiliki pengalaman berdagang. Pilihan itu sebenarnya beresiko. Khadijah hanya mengandalkan firasat dan nalurinya yang jarang salah. Akhirnya, Khadijah pun emanggail Muhammad dan mengajaknya berbincang-bincang mengenai perdagangan.
Dalam perbincangan ini, Khadijah menangkap kesan bahwa Muhammad merupakan seorang pemuda yang cerdas, santun, pandai menjaga diri, dan berpenampilan sempurna. Muhammad terlihat begitu tenang ketika diam dan terlihat begitu berpengaruh ketika berbicara. Ia selalu memperhatikan lawan bicaranya, mendengarnya dengan teliti, dan tidak pernah memperlihatkan sikap setengah-setengah.
Sebagai seorang pedagang yang berpengalaman, Khadijah tahu bahwa Muhammad adalah orang yang ia cari. Khadijah berkata, "Aku memanggilmu berdasarkan apa yang kudengar dari orang-orang tentang perkataanmu yang jujur, integritasmu yang terpercaya, dan akhlakmu yang mulia. Aku memilihmu dan kubayar engkau dua kali lipat dari apa yang biasa diterima oleh orang lain dari kaummu."
Muhammad pun menerima tugas itu dengan senang hati.
Khadijah juga mengamati gambaran fisik Muhammad. Cara ia berjalan menunjukkan rasa percaya diri yang tinggi. Posturnya seimbang, tidak terlalu pendek dan tidak terlalu tinggi, tidak terlalu gemuk dan tidak pula terlalu kurus.
Khadijah juga ingat bahwa selama berbincang dengannya, Muhammad selalu menundukkan wajahnya. Hanya sekali, seingatnya, Muhammad mengangkat wajahnya yaitu etika Khadijah menawarkan tugas menjalankan urusan perdagangan di Syam. Saat itu, Muhammad tersenyum, mengangkat wajahnya sedikir, mengucapkan terima kasih, lalu kembali menunduk.
Wah lumayan ngirit uang kalo mau baca buku gratisan.
ReplyDelete