Skip to main content

Khadijah - Page 1

Pernikahan Muhammad dan Khadijah

"Dialah yang menciptakan kamu dari jiwa yang satu (Adam) dan daripadanya Dia menciptakan pasangannya, agar dia merasa senang kepadanya..."(al-A'raf [7]:189)

Ia adalah Khadijah binti Khuwailid ibnu Asad ibnu Abdil Uzza ibnu Qushay. Persis di Qushay, kakeknya yang keempat, nasabnya bertemu dengan nasab Rasulullah. Ibu Khadijah bernama Fatimah binti Zaidah. Nenek Khadijah dari pihak ibu bernama Halah binti Abdi Manaf. Abdu Manaf sendiri adalah kakek ketiga Rasulullah. Jadi, dari pihak ayah maupun ibu, Rasulullah dan Khadijah memiliki hubungan kerabatan yang dekat.

Ayah Khadijah, Khuwailid, terkenal sebagai lelaki yang cerdas, kaya, terhormat, berakhlak mulia, jujur, dan terpercaya. Khadijah juga memiliki saudara sepupu bernama Waraqah ibnu Naufal ibnu Asad, salah satu dari empat orang Arab yang menolak penyembahan berhala oleh kaum Quraisy.

Salah seorang dari mereka berkata, "Kaum kita telah menyalahi agama Ibrahim, leluhur mereka sendiri. Mereka menyembah batu yang tidak mendengar dan tidak melihat, yang tidak mendatangkan manfaat dan bahaya. Kita harus mencari agama yang benar."

Empat orang ini kemudian pergi mencari jalan masing-masing. Mereka mencari hanifiyyah, agama Nabi Ibrahim. Setelah pencarian sekian lama, Waraqah akhirnya memeluk agama Nasrani dan mempelajarinya. Ia pun kemudian dianggap sebagai salah satu dari sedikit orang yang paling mengetahui ajaran-ajaran agama Nasrani pada masanya.

Uraian singkat di atas menunjukkan bahwa Khadijah merupakan bagian dari keluarga yang memiliki garis keturunan paling terhormat di suku Quraisy. Keluarganya terkenal dengan akhlak yang mulia dan sikap beragama yang jauh dari perbuatan mengumbar nafsu.

Khadijah lahir 15 tahun sebelum Rasulullah. Khadijah muda adalah seorang gadis yang cantik dan berperilaku baik. Suami pertamanya adalah Abu Halah an-Nabbasy ibnu Zurarah at Taymi. Pernikahan ini berakhir ketika Abu Halah wafat meninggalkan dua anak laki-laki, Hindun dan Halah.

Khadijah kemudian menikah lagi dengan Athiq ibnu Aid al-Makhzumi. Dari suaminya yang kedua ini, Khadijah memiliki seorang anak perempuan yang lagi-lagi diberi nama Hindun.

Hindun menikah dengan sepupunya sendiri yang bernama Shafiy ibnu Umayyah ibnu Aidz al-Makhzumi. Keturunan Khadijah dari pernikahan keduanya ini sempat tinggal di Madinah dan sering disebut dengan bani Thahirah yang berarti 'keturunan wanita suci'

Dari suami pertama, Khadijah memiliki dua anak, yaitu Hindun dan Halah. Hindun pernah diasuh oleh Rasulullah. Ia adalah anak tiri Rasulullah, saudara tiri Fatimah. Kenyataan itu menjadikannya sangat bangga. Hindun juga dikenal sebagai sosok yang mampu mengungkapkan pikirannya dengan bahasa yang indah dan menawan. Hal itu terbukti dalam sebuah hadits yang diriwayatkannya menyangkut sosok Rasulullah dan gambaran fisik beliau.

Mengenai Halah, ada sebuah riwayat yang menceritakan bahwa ia pernah mendatangi Rasulullah yang sedang tidur. Sesaat setelah terbangun, Rasulullah memeluk Halah sambil berseru, "Halah! Halah!"

Barangkali tiga orang ini, Hindun perempuan, Hindun laki-laki dan Halah yang dimaksud oleh Aisyah sebagai "sahabat-sahabat Khadijah" dalam hadits.

"Aku tidak pernah merasa cemburu kepada seorang wanita sebesar rasa cemburuku pada Khadijah. Aku tidak pernah melihatnya. Tetapi Rasulullah sering menyebut namanya. Pernah beliau menyembelih seekor kambing, lalu memotong sebagian dagingnya dan menghadiahkannya kepada sahabat-sahabat Khadijah."(HR Bukhari, Muslim, Tirmidzi, dan Baghawi)

Comments

Popular posts from this blog

Khadijah - Page 6

4 5 6 7 8 Akhirnya, meski sempat ragu, Khadijah kemudian memutuskan untuk menikah dengan Muhammad dan mengambil inisiatif untuk meminangnya. Tetapi masih ada satu pertanyaan yang harus ia jawab: siapa yang dapat menjamin bahwa Muhammad akan menerima pinangannya? Khadijah adalah wanita yang kaya, cantik, dan berstatus sosial tinggi. Ia masih memiliki pesona bagi banyak laki-laki. Di sisi lain Muhammad bukanlah lelaki yang rakus dan gampang tergoda oleh hal-hal yang bersifat lahiriah. Tetapi, Khadijah tahu bahwa walau bagaimanapun, Muhammad tetaplah seorang pemuda. Adalah haknya untuk mencintai seorang gadis yang sebaya. Dengan mempertimbangkan hal-hal tadi, Khadijah memilih untuk menggunakan sebuah siasat. Ia mengutus seorang wanita yang ia yakini kemampuan dan loyalitasnya untuk secara diam-diam melakukan pendekatan awal kepada Muhammad. Wanita yang dipercayainya untuk mengemban tugas itu adalah Nafisah binti Umayyah yang masih kerabat dekat Muhamma...

Khadijah - Page 3

1 2 3 4 5 Muhammad memiliki kening yang lebar, dagu yang lepas dan leher yang jenjang. Dadanya bidang. Matanya indah dan lebar dengan bola mata yang hitam pekat. Giginya putih cemerlang. Agak mengherankan bahwa Khadijah memperhatikan semua itu. Ketampanan dan kegagahan Muhammad memang mampu memikat banyak orang. Tetapi, bukankah Khadijah memanggilnya untuk urusan bisnis? Tampaknya, Khadijah tertarik kepada pribadi pemudia ini. Alangkah lembutnya keindahan yang terpancar dari wajah Muhammad. Alangkah indahnya senyum tipis yang menghias wajahnya. Khadijah merasa bahwa apa yang ramai dibicarakan penduduk Mekkah tentang Muhammad bukan merupakan isapan jempol belaka. Setelah menerima tugas dari Khadijah, Muhammad bergegas menuju pamannya, Abu Thalib, untuk menceritakan tawaran kerja yang baru saja diterimanya. Abu Thalib pun turut bergembira. Ia berkata, "Ini adalah rezeki yang Allah berikan kepadamu." Hari keberangkatan pun tiba. Penduduk Mek...