Skip to main content

Business Wisdom - 6 - Shaping Your Life

Mitra bisnis, dalam business wisdom hari ini saya ingin bercerita atau ingin menelaah, apa sih yang membentuk kita. Hal-hal apa saja yang membuat kita menjadi seperti sekarang.

Pertama, we are shaped by the book we read. Kita itu dibentuk dari buku yang kita baca. Ini adalah hasil pemikiran filsof yang suka membaca. Aliran dan kesukaan bukunya apa, maka itulah yang bakalan membentuk kita sebagai orang yang berbudaya dan mempunyai pemikiran. Kalau bacaannya buku-buku politik, maka Anda akan terbentuk sebagai orang yang suka dengan hal-hal politik. Kalau suka membaca buku humor, maka Anda akan menjadi orang yang humoris. Kalau suka membaca buku akademis, maka Anda akan menjadi orang yang akademis.

Kedua, we are shaped by the people we meet. Kita ini dibentuk dari orang-orang yang ada di sekeliling kita. Kita dibentuk oleh orang tua, teman, kolega, bos, atau pun anak buah kita. Kita terbentuk oleh orang-orang di sekeliling kita.

Ketiga, we are shaped by the though we think. Kita dibentuk oleh cara kita berpikir, filosofi, pandangan, dan keagamaan kita akan kehidupan. Maka kita dibentuk oleh kebiasaan-kebiasaan kita berpikir.

Terakhir, we shaped by the action we perform. Kita dibentuk oleh tindakan, kelakuan kita dan kebisaaan kita dalam melakukan sesuatu.

Jadi inilah empat hal yang akan membentuk kita yaitu buku yang kita baca, orang yang kita temui, cara kita berpikir dan tindakan-tindakan yang kita lakukan.Nah, kalau ingin sukses, cobalah untuk membentuk diri kita dengan cara yang positif. Cobalah untuk mempengaruhi diri sendiri supaya bentuk yang diterima atau jadinya nanti adalah bagus.

Pertama yang harus kita lakukan adalah membaca buku-buku bermutu yang membuat kita lebih sukses. Kedua, carilah teman, sahabat, atau network yang berguna dan bisa membawa kesuksesan kita. Tidak hanya berteman kepada orang yang senang saja, tetapi juga berteman kepada orang yang bisa membawa kesuksesan kita, karena saya percaya bahwa kesuksesan itu dapat ditularkan kepada orang lain. Jadi kalau Anda dekat dengan entrepreneur, maka Anda akan ketularan menajdi entrepreneur. Kalau Anda dekat dengan orang creative, maka Anda akan ikut creative. Kalau berkumpul dengan orang yang semuanya merokok, maka Anda akan turut merokok. Sekali lagi Anda dibentuk oleh orang-orang yang ada di sekeliling kita. Pilihlah orang itu supaya dapat sama dengan tujuan hidup Anda.

Ketiga, cobalah Anda mempunyai pikiran-pikiran yang positive, mau maju, selalu memikirkan tentang sukses dan bukan dipengaruhi oleh pikiran yang negative yang selalu iri, dengki dan tidak mau maju. Terakhir Anda harus melakukan action dari hari ke hari untuk mencapai kesuksesan. Anda harus dibentuk oleh empat hal ini secara positive.

Kalau segala tindakan Anda mencerminkan nilai positive dalam kehidupan, maka Anda pun akan menjadi lebih positive dan terbentuk sebagai orang posistive yang akan mencapai kesuksesan.

Comments

Popular posts from this blog

Khadijah - Page 6

4 5 6 7 8 Akhirnya, meski sempat ragu, Khadijah kemudian memutuskan untuk menikah dengan Muhammad dan mengambil inisiatif untuk meminangnya. Tetapi masih ada satu pertanyaan yang harus ia jawab: siapa yang dapat menjamin bahwa Muhammad akan menerima pinangannya? Khadijah adalah wanita yang kaya, cantik, dan berstatus sosial tinggi. Ia masih memiliki pesona bagi banyak laki-laki. Di sisi lain Muhammad bukanlah lelaki yang rakus dan gampang tergoda oleh hal-hal yang bersifat lahiriah. Tetapi, Khadijah tahu bahwa walau bagaimanapun, Muhammad tetaplah seorang pemuda. Adalah haknya untuk mencintai seorang gadis yang sebaya. Dengan mempertimbangkan hal-hal tadi, Khadijah memilih untuk menggunakan sebuah siasat. Ia mengutus seorang wanita yang ia yakini kemampuan dan loyalitasnya untuk secara diam-diam melakukan pendekatan awal kepada Muhammad. Wanita yang dipercayainya untuk mengemban tugas itu adalah Nafisah binti Umayyah yang masih kerabat dekat Muhamma...

Khadijah - Page 3

1 2 3 4 5 Muhammad memiliki kening yang lebar, dagu yang lepas dan leher yang jenjang. Dadanya bidang. Matanya indah dan lebar dengan bola mata yang hitam pekat. Giginya putih cemerlang. Agak mengherankan bahwa Khadijah memperhatikan semua itu. Ketampanan dan kegagahan Muhammad memang mampu memikat banyak orang. Tetapi, bukankah Khadijah memanggilnya untuk urusan bisnis? Tampaknya, Khadijah tertarik kepada pribadi pemudia ini. Alangkah lembutnya keindahan yang terpancar dari wajah Muhammad. Alangkah indahnya senyum tipis yang menghias wajahnya. Khadijah merasa bahwa apa yang ramai dibicarakan penduduk Mekkah tentang Muhammad bukan merupakan isapan jempol belaka. Setelah menerima tugas dari Khadijah, Muhammad bergegas menuju pamannya, Abu Thalib, untuk menceritakan tawaran kerja yang baru saja diterimanya. Abu Thalib pun turut bergembira. Ia berkata, "Ini adalah rezeki yang Allah berikan kepadamu." Hari keberangkatan pun tiba. Penduduk Mek...